Loading...

Kisah Sukses H. Sutomo, Jadi Jutawan Berkat Sapi

Sponsored Links
.
Loading...
Kegigihan usaha yang diperjuangkan H. Sutomo, selama bertahun-tahun, kini bisa menghasilkan kesejahteraan. Bahkan, kesejahteraan itu bukan hanya dirasakan ayah tiga anak tersebut, melainkan juga oleh puluhan karyawan beserta keluarganya.
sapiM

Memang, lelaki berpenampilan kalem dan ramah itu tergolong sukses dalam merintis usaha. Betapa tidak, bila dulu dia hanya sebagai pedagang sapi kecil-kecilan, sekarang dikenal sebagai juragan sapi berskala besar.
Modal yang ditanamkan untuk mengawali usaha saat itu kurang dari Rp 1 juta. Namun berkat kesuksesannya bergelut dengan dunia penggemukan sapi, sekarang keadaan ekonomi pria asal Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati jauh di atas rata-rata warga di desanya.
Bahkan tak berlebihan bila dia pantas disebut sebagai pengusaha sukses. Sebab, dia berhasil meraup rupiah dari usaha sapi kereman tersebut.
Pilihan untuk mendirikan usaha sapi kereman itu diilhami dari hal sangat sederhana. Pada saat dia masih menjadi belantik sapi (penyedia jasa penjual sapi), sudah bisa “melihat” betapa besar keuntungan yang diperoleh seorang pemilik usaha sapi kereman.
Dari situ timbul keinginan Sutomo untuk mendirikan usaha kereman. Namun keinginannya itu baru bisa terpenuhi setelah ia berhasil mengumpulkan modal selama bertahun-tahun.
Awalnya, Sutomo hanya memiliki modal tak lebih dari sepuluh ekor pedet (anak sapi). Pedet kemudian dipelihara dengan sistem penggemukan. Setelah lima hingga enam bulan dipelihara, hewan itu dijual.
Dari cara tersebut, Sutomo bisa memperoleh keuntungan lumayan besar. Sebagian keuntungan dimasukkan sebagai modal usaha. Begitu seterusnya.
Sekarang, dia sudah memiliki ratusan kandang yang ditempatkan di dua lokasi, yakni di Desa Dukuhmulyo Kecamatan Jakenan dan Gunungwungkal Kecamatan Gunungwungkal. Kandang di Dukuhmulyo, menurut dia, diisi 500 ekor sapi. Sedangkan kandang di Gunungwungkal 1.000 ekor.
Untuk merawat hewan tersebut, pria berkacamata itu dibantu puluhan tenaga kerja kandang. Didampingi anaknya Ari Kusuma, Sutomo mengatakan, sekarang ini harga pedet Rp 4.200.000-Rp 5.300.000 per ekor. Setelah menjalani proses kereman selama lima hingga enam bulan, bisa laku Rp 8 juta-Rp 8,5 juta per ekor. Selama dikerem, sapi diberi pakan konsentrat, rumput gajah, dan pakan-pakan lain, untuk mempercepat penambahan berat badan.
Menurut dia, untuk memasarkan sapi tidaklah sulit, sejauh sudah punya jaringan kerja. Ia mengaku setiap hari mampu menjual 100-150 sapi. Daerah pemasaran sebagian besar Jawa Barat. (Suara Merdeka)
Sponsored Links
Loading...
loading...
Flag Counter